7.000 Massa Kepung DPRD Pamekasan, MBG Dipastikan Berlanjut
0 menit baca
7.000 Massa Kepung DPRD Pamekasan, MBG Dipastikan Berlanjut
PAMEKASAN||GARUDA08.COM — Ribuan warga memadati halaman Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, Kamis (2/7/2026). Sejak pagi, gelombang massa terus berdatangan hingga diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang. Mereka terdiri atas pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan anggota Aliansi Masyarakat Pamekasan Bangkit Bersama (AMPBB).
Berbeda dengan aksi demonstrasi yang lazim diwarnai penolakan kebijakan, massa kali ini datang membawa satu pesan: memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan karena dinilai telah memberi manfaat tidak hanya bagi penerima program, tetapi juga bagi ribuan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari rantai pasoknya.
Orasi demi orasi bergema di depan gedung DPRD. Para peserta menilai MBG telah menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat lokal. Program tersebut membuka ruang bagi petani, pelaku UMKM, pemasok bahan pangan, juru masak, hingga tenaga distribusi untuk memperoleh penghasilan.
Koordinator aksi, Khairul Kalam, mengatakan keberlangsungan MBG berkaitan langsung dengan mata pencaharian ribuan warga.
"Program ini bukan sekadar menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Di balik setiap porsi makanan, ada ribuan keluarga yang menggantungkan hidupnya. Karena itu kami datang untuk memastikan program ini terus berjalan," ujarnya.
Aspirasi itu langsung mendapat respons dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Wakil Bupati Sukriyanto yang juga menjabat Ketua Satgas MBG turun menemui massa bersama unsur pimpinan daerah.
Di hadapan peserta aksi, Sukriyanto memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung pelaksanaan MBG selama seluruh mitra menjalankan program sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Kami akan terus mengawal pelaksanaan MBG. Selama kualitas layanan dijaga dan seluruh ketentuan dipenuhi, pemerintah daerah siap memberikan dukungan, termasuk dalam aspek perizinan," katanya.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman kemudian menegaskan bahwa MBG memiliki nilai strategis yang melampaui tujuan pemenuhan gizi.
Menurutnya, apabila seluruh kebutuhan program dipenuhi dari potensi lokal, MBG dapat menjadi penggerak ekonomi daerah yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat sektor pertanian dan UMKM.
"Saya ingin MBG tidak berhenti sebagai program makan bergizi semata. Program ini harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan petani, pelaku UMKM, dan tenaga kerja lokal. Dengan begitu manfaatnya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.
Pandangan tersebut mendapat dukungan Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Ali Masykur. Ia menilai dampak ekonomi yang telah muncul dari pelaksanaan MBG perlu dijaga melalui dukungan kebijakan yang berkelanjutan.
Menurut Ali, DPRD akan mengawal aspirasi masyarakat agar keberlangsungan program tersebut mendapat perhatian hingga tingkat pemerintah pusat.
Puncak aksi terjadi ketika massa diundang memasuki Gedung DPRD. Di ruang lobi, Bupati Kholilurrahman, Wakil Bupati Sukriyanto selaku Ketua Satgas MBG, Ketua DPRD Ali Masykur, bersama seluruh pimpinan fraksi menandatangani dokumen kesepakatan bersama sebagai bentuk komitmen untuk mengawal serta memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pamekasan.
Penandatanganan tersebut disambut tepuk tangan ribuan peserta aksi yang memadati kompleks DPRD.
"Komitmen ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai suara di jalan, tetapi diterjemahkan menjadi kesepakatan bersama yang akan kami kawal," kata Ali Masykur.
Sekitar pukul 15.00 WIB, massa membubarkan diri secara tertib. Aksi berlangsung aman dan kondusif di bawah pengamanan Forkopimda.
Bagi ribuan peserta yang hadir, hari itu bukan sekadar menyampaikan aspirasi. Mereka pulang dengan membawa keyakinan bahwa keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis telah memperoleh dukungan politik dan komitmen bersama dari pemerintah daerah serta DPRD untuk terus dikawal sebagai program yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat Pamekasan. (Mahesa)











