BREAKING NEWS

 


GASI Nilai Aksi Petani di Pamekasan Berpotensi Ditunggangi Kepentingan Rokok Ilegal, Pernyataan Korlap Disebut Menyesatkan

GASI Nilai Aksi Petani di Pamekasan Berpotensi Ditunggangi Kepentingan Rokok Ilegal, Pernyataan Korlap Disebut Menyesatkan

PAMEKASAN||Garuda08.com – Aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM) di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Selasa (10/2/2026), menuai kontroversi tajam. Aksi tersebut dinilai berpotensi ditunggangi kepentingan pengusaha rokok ilegal.


Kontroversi mencuat setelah Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Kholili, menyampaikan pernyataan yang meminta aparat Bea Cukai dan penegak hukum tidak melakukan penindakan di jalanan, dengan mengaitkannya pada PMK Nomor 22 Tahun 2023.


Pernyataan itu langsung mendapat respons keras dari Ketua Umum Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) Achmad Rifa’i. Ia menilai narasi tersebut menyesatkan publik dan berpotensi melemahkan penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal.


Jangan bermain-main dengan regulasi untuk melindungi pelanggaran! Pasal itu bersifat definisi, bukan tameng untuk menghentikan penindakan.


Jangan bodohi publik dengan tafsir yang dipelintir!” tegas Rifa’i, Selasa (10/2/2026).
Rifa’i bahkan menduga kuat aksi yang mengatasnamakan petani tersebut sarat kepentingan tersembunyi.


Menurutnya, pola lama kerap diulang, di mana rakyat kecil didorong ke depan, sementara pihak yang diduga diuntungkan justru bersembunyi di balik layar.


Kami mencium bau tidak sedap. Petani didorong maju, dibenturkan dengan pemerintah dan aparat. Tapi siapa yang diuntungkan? Diduga kuat para pemain rokok ilegal yang selama ini menjadi target penindakan. Ini bukan suara petani murni, ini berpotensi menjadi panggung kepentingan bisnis ilegal,” katanya lantang.



Tak hanya itu, Rifa’i juga mengecam keras narasi penangkapan liar” yang disampaikan dalam aksi tersebut. Ia menilai istilah itu berbahaya karena dapat merusak kepercayaan publik terhadap aparat yang bekerja berdasarkan undang-undang.
“Kalau aparat disebut semena-mena hanya karena menindak pelanggaran, lalu hukum mau kita bawa ke mana? Negara ini tidak boleh kalah oleh tekanan jalanan yang diduga ditunggangi kepentingan gelap,” ujarnya tajam.


Menurut GASI, peredaran rokok ilegal bukan pelanggaran sepele, melainkan ancaman serius terhadap penerimaan negara, ekonomi daerah, pelaku usaha legal, serta petani yang bekerja secara jujur dan patuh hukum.


“Jangan jual nama petani untuk melindungi pelanggar hukum. Jangan benturkan rakyat dengan negara demi keuntungan segelintir orang. Jika hukum dilemahkan hari ini, maka yang hancur besok adalah masa depan ekonomi daerah,” lanjutnya.


GASI menegaskan akan berdiri di garis terdepan mendukung Bea Cukai dan aparat penegak hukum agar tetap tegas, profesional, dan tidak gentar menghadapi tekanan massa yang diduga dimanfaatkan pihak tertentu.


Pembinaan iya, edukasi iya. Tapi penegakan hukum tidak boleh ditawar. Negara ini bukan ladang bebas bagi bisnis ilegal. Hukum harus tegak, dan siapa pun yang mencoba melemahkannya harus dilawan secara terbuka,” pungkas Achmad Rifa’i. (Fer)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image