VIRAL! Dugaan Nasi Basi dalam Program MBG Prenduan Tuai Sorotan, Publik Desak Satgas dan BGN Bertindak Tegas
0 menit baca
VIRAL! Dugaan Nasi Basi dalam Program MBG Prenduan Tuai Sorotan, Publik Desak Satgas dan BGN Bertindak Tegas
SUMENEP||GARUDA08.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dugaan nasi basi yang disebut sudah tidak layak konsumsi.
Video yang beredar luas di TikTok itu memicu gelombang reaksi dari masyarakat. Dalam rekaman tersebut, menu MBG diduga mengeluarkan aroma tidak sedap hingga dikeluhkan penerima manfaat karena tidak bisa dimakan.
Peristiwa itu langsung memancing kritik tajam dari publik yang mempertanyakan standar kualitas makanan serta sistem pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.
Masyarakat menilai program yang sejatinya bertujuan membantu pemenuhan gizi masyarakat tidak boleh dijalankan secara asal-asalan, terlebih jika menyangkut makanan yang dikonsumsi pelajar maupun warga penerima manfaat.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, tim media berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak penanggung jawab MBG melalui pesan WhatsApp guna meminta klarifikasi resmi terkait dugaan nasi basi itu.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan maupun penjelasan resmi.
Sikap diam tersebut justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Publik menilai pihak penyelenggara seharusnya segera memberikan klarifikasi terbuka agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik yang semakin merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Desakan juga mengarah kepada Satgas MBG dan Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas makanan dan pola distribusi program tersebut.
Jangan sampai program yang seharusnya membantu masyarakat malah menimbulkan keresahan karena kualitas makanan yang diduga tidak layak konsumsi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain meminta evaluasi total, masyarakat juga mendesak adanya tindakan tegas apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pengelolaan maupun pengawasan makanan MBG yang disebut dikelola oleh Yayasan Al-Azhar.
Publik menilai pengawasan kualitas makanan harus diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak mencoreng program nasional yang sedang berjalan.
Hingga saat ini, video dugaan nasi basi dalam program MBG Prenduan masih ramai diperbincangkan warganet dan menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Sumenep.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Satgas MBG maupun Ketua BGN untuk memastikan kejadian tersebut ditangani secara serius, transparan, dan tidak dianggap sepele. (Red)






