BREAKING NEWS

 


Dana BOS SDN Jrengik 4 Disorot, Sekolah Rusak Parah Diduga Akibat Kelalaian Perawatan Bertahun-Tahun

Dana BOS SDN Jrengik 4 Disorot, Sekolah Rusak Parah Diduga Akibat Kelalaian Perawatan Bertahun-Tahun

SAMPANG||GARUDA08.COM – Potret memprihatinkan dunia pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Sampang. Kondisi bangunan dan fasilitas belajar di SDN Jrengik 4, Dusun Somber, Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, menjadi sorotan setelah ditemukan ruang kelas dalam keadaan rusak, tidak layak digunakan, sementara puluhan meja dan kursi justru menumpuk tanpa dimanfaatkan.


Temuan tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai pengelolaan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, para siswa justru harus belajar di lingkungan yang dinilai jauh dari standar kenyamanan dan keamanan.


Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (15/6/2026), kondisi ruang kelas terlihat memprihatinkan. Dinding bangunan tampak kusam dan lembap, sementara sejumlah bagian lantai mengalami kerusakan cukup parah. Keramik yang terlepas dan retak menyisakan permukaan tanah yang tidak rata, sehingga berpotensi membahayakan aktivitas belajar mengajar.


Ironisnya, di sudut ruangan terlihat puluhan meja dan kursi kayu yang masih berada di dalam area sekolah. Perabotan yang seharusnya digunakan untuk menunjang proses pendidikan itu justru ditumpuk bertingkat dan dibiarkan terbengkalai tanpa kejelasan pemanfaatan.


Kondisi tersebut memantik reaksi dari berbagai pihak. Abd Jaylani dari awak Media menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai masalah biasa. Menurutnya, terdapat sejumlah pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh pihak sekolah maupun instansi terkait.


“Ini menjadi tanda tanya besar. Mengapa meja dan kursi tersedia tetapi tidak digunakan sebagaimana mestinya, sementara ruang kelas tempat siswa belajar justru berada dalam kondisi memprihatinkan? Yang lebih penting lagi, bagaimana penggunaan dana BOS selama ini untuk pemeliharaan dan perbaikan fasilitas sekolah?” ujarnya.


Sorotan terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pun mulai mengemuka. Pasalnya, dana tersebut salah satunya diperuntukkan untuk mendukung operasional sekolah, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan agar tetap layak digunakan oleh peserta didik.


Di sisi lain, para wali murid mengaku semakin khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka. Kerusakan bangunan yang terus dibiarkan dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan di lingkungan sekolah.


“Kami hanya ingin anak-anak belajar dengan aman dan nyaman. Jangan sampai ada korban terlebih dahulu baru dilakukan perbaikan,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Masyarakat setempat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan, penggunaan fasilitas sekolah, serta memastikan pengelolaan anggaran pendidikan berjalan sesuai peruntukannya. Mereka menilai negara memiliki kewajiban menjamin hak anak memperoleh pendidikan yang layak.


Hingga berita ini ditulis, pihak SDN Jrengik 4 maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan sekolah, keberadaan meja dan kursi yang tidak digunakan, serta penggunaan dana operasional sekolah. Ketiadaan penjelasan tersebut justru semakin memperkuat desakan publik agar dilakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. Jika kondisi ini terus dibiarkan, sekolah yang seharusnya menjadi tempat mencetak generasi masa depan justru berisiko berubah menjadi simbol kelalaian dalam pengelolaan pendidikan. (Red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image