Aktivis GASI Kecewa, Bupati Pamekasan Dinilai Menghindar dari Audiensi Soal Proyek SIHT Gugul
0 menit baca
Aktivis GASI Kecewa, Bupati Pamekasan Dinilai Menghindar dari Audiensi Soal Proyek SIHT Gugul
PAMEKASAN||GARUDA08.COM – Upaya audiensi yang diajukan Gerakan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) kepada Bupati Pamekasan terkait dugaan persoalan pekerjaan sentra industri hasil tembakau (SIHT) di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, menuai kekecewaan.
Pasalnya, permohonan dialog yang diharapkan bisa dilakukan langsung dengan orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan itu justru tidak mendapat respons sebagaimana mestinya. Pihak Pemerintah Kabupaten disebut hanya mengarahkan kembali aktivis untuk berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Padahal, sebelumnya para aktivis GASI telah lebih dulu melakukan audiensi dengan pihak Disperindag guna mempertanyakan sejumlah hal terkait pelaksanaan pekerjaan SIHT di Desa Gugul.
Ketua GASI, Rifai, mengaku sangat kecewa atas sikap Bupati Pamekasan yang dinilai tidak bersedia menerima audiensi secara langsung.
Padahal kami sudah audiensi dengan Disperindag. Tujuan kami ingin bertemu langsung dengan bupati untuk meminta penjelasan yang lebih jelas dan transparan terkait pekerjaan SIHT di Desa Gugul. Namun justru diarahkan kembali ke Disperindag,” ujar Rifai dengan nada kecewa.
Menurutnya, sebagai kepala daerah, bupati seharusnya membuka ruang dialog dengan masyarakat, apalagi jika menyangkut proyek yang menggunakan anggaran negara dan menjadi sorotan publik.
Rifai menilai, sikap yang terkesan melempar kembali persoalan ke dinas teknis justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.
Kalau kepala daerah tidak mau menerima audiensi, lalu kepada siapa lagi masyarakat harus menyampaikan aspirasi?” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa GASI akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada penjelasan yang terang terkait pekerjaan SIHT di Desa Gugul yang saat ini menjadi perhatian publik.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pamekasan maupun Bupati terkait alasan pengalihan audiensi tersebut.
Fery






