SDN Madulang 2 Disorot! Dugaan Mark Up Dana BOS dan Pengadaan Multimedia Fiktif Mulai Terkuak
0 menit baca
SDN Madulang 2 Disorot! Dugaan Mark Up Dana BOS dan Pengadaan Multimedia Fiktif Mulai Terkuak
SAMPANG||GARUDA08.COM – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Madulang 2, Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, mulai menjadi sorotan publik. Sekolah dasar yang saat ini dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Hafiluddin itu diduga menyimpan sejumlah persoalan terkait penggunaan anggaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, Jumat (26/6/2026).
Berdasarkan data yang beredar, total Dana BOS yang diterima SDN Madulang 2 dalam kurun waktu 2022 hingga 2026 mencapai sekitar Rp758.080.000. Besarnya dana yang dikucurkan pemerintah tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan transparansi penggunaannya, terlebih ketika kondisi fisik sekolah dinilai masih jauh dari kata layak.
Sorotan utama mengarah pada sejumlah pos anggaran yang diduga mengalami mark up maupun pengadaan yang tidak sesuai fakta di lapangan. Beberapa item yang menjadi perhatian antara lain Administrasi Kegiatan Sekolah (AKS) serta Penyediaan Alat Multimedia yang setiap tahunnya menghabiskan anggaran cukup besar.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anggaran Administrasi Kegiatan Sekolah pada tahun 2022 dan 2023 mencapai kisaran lebih dari Rp70 juta. Sementara itu, anggaran Penyediaan Alat Multimedia tercatat relatif stagnan selama periode 2022 hingga 2025 dengan nominal sekitar Rp20 juta per tahun.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, sejumlah pihak mempertanyakan apakah pengadaan alat multimedia yang dibiayai menggunakan dana negara tersebut benar-benar tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Seorang sumber yang mengaku mengetahui kondisi internal sekolah dan meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan adanya dugaan pengadaan alat multimedia yang tidak sesuai realisasi. Menurutnya, sejumlah pengadaan pada masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya patut dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Di masa pimpinan sebelumnya, pengadaan alat multimedia banyak yang diduga fiktif. Kalau bisa dicek langsung ke sekolah agar lebih jelas,” ujar sumber tersebut kepada media.
Tidak hanya itu, kondisi bangunan sekolah juga memicu keprihatinan. Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah bagian atap sekolah tampak berlubang dan mengalami kerusakan. Beberapa dinding bangunan juga terlihat retak sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Fakta tersebut dinilai bertolak belakang dengan besarnya anggaran pemeliharaan yang tercatat dalam laporan penggunaan Dana BOS. Pada tahun 2025 saja, sekolah disebut mengalokasikan dana pemeliharaan sebesar Rp32.502.000. Namun, kondisi fisik bangunan yang masih memprihatinkan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran tersebut.
Aktivis pendidikan Sampang, Radit, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam apabila dugaan mark up maupun penyimpangan anggaran tersebut terbukti terjadi. Menurutnya, setiap rupiah dana pendidikan harus dipertanggungjawabkan karena bersumber dari uang negara yang diperuntukkan bagi kepentingan siswa.
“Kalau memang ditemukan adanya dugaan mark up atau penyimpangan penggunaan Dana BOS, kami tidak akan pandang bulu. Kami siap melaporkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh,” tegas Radit.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN Madulang 2 belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp kepada pihak sekolah belum memperoleh respons. Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik terkait dugaan yang sedang menjadi perhatian masyarakat tersebut. (Red)






