BREAKING NEWS

 


GASI ULTIMATUM PROYEK MAN2 PAMEKASAN RP2,5 M JIKA TAK JELAS SIAP DI LAPORKAN KEPOLDA JATIM

GASI ULTIMATUM PROYEK MAN2 PAMEKASAN RP2,5 M JIKA TAK JELAS SIAP DI LAPORKAN KEPOLDA JATIM

PAMEKASAN||GARUDA08.COM — Pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan Tipe 1 MAN 2 Pamekasan yang bersumber dari anggaran Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2025 senilai Rp2.598.708.600 kini menjadi sorotan Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI).


Sorotan tersebut muncul setelah proyek yang seharusnya rampung pada tahun anggaran 2025 hingga kini masih belum selesai sepenuhnya, selain itu, GASI juga mempertanyakan penggunaan material konstruksi di lapangan setelah ditemukan dugaan diameter besi tulangan yang tidak sesuai spesifikasi.


Dalam dokumentasi yang dimiliki GASI, terlihat pengukuran menggunakan alat ukur digital yang menunjukkan ukuran besi sekitar 9,7 mm dan 5 mm, yang kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian dengan standar teknis konstruksi bangunan.


Menindaklanjuti temuan tersebut, GASI telah melakukan audiensi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, serta menghadirkan pihak pengawas dan perencana proyek untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan pembangunan tersebut.


Dalam forum audiensi, dijelaskan bahwa secara teknis apabila diameter besi lebih kecil, maka dapat disesuaikan dengan menambah jumlah besi tulangan agar kekuatan struktur tetap terpenuhi.


Namun penjelasan tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab keraguan yang disampaikan oleh GASI. Kami sudah melakukan audiensi dengan Kanwil Kemenag, pengawas, dan perencana, penjelasan yang kami terima adalah jika diameter besi kurang maka bisa ditambah jumlah besinya, namun bagi kami hal itu belum memberikan kejelasan terkait spesifikasi teknis awal proyek,” ujar Achmad Rifa'i Ketua Umum GASI. (13/03)


Selain persoalan spesifikasi material, GASI juga menyoroti progres pembangunan yang hingga kini belum rampung, padahal proyek tersebut dianggarkan selesai pada tahun 2025.


Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menjelaskan bahwa keterlambatan penyelesaian proyek disebabkan adanya pengurangan anggaran, sehingga pekerjaan dilaksanakan menyesuaikan dengan dana yang tersedia.


Memang proyek ini belum selesai sepenuhnya karena ada pengurangan anggaran jadi penyelesaian pekerjaan dilakukan sesuai dengan anggaran yang tersedia,” jelas PPK.


Meski demikian, GASI menilai persoalan tersebut tetap perlu mendapat perhatian serius, mengingat proyek tersebut merupakan pembangunan fasilitas pendidikan yang menggunakan anggaran negara.


Karena hingga saat ini belum menemukan titik terang terkait sejumlah persoalan yang dipertanyakan, GASI menyatakan tengah menyiapkan langkah lanjutan.
Jika tidak ada kejelasan yang memadai, kami berencana melaporkan persoalan ini ke Polda Jawa Timur agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Rifa'i 


Sebagai informasi, proyek pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan MAN 2 Pamekasan tersebut memiliki masa pelaksanaan 136 hari kalender, dengan sumber dana dari DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025. Proyek ini dikerjakan oleh CV Asia Line dengan CV AS Konsultan sebagai konsultan pengawas. 


Fery
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image