BREAKING NEWS

 


Baru Sebulan Proyek Paving di Baddurih Roboh, Media Desak BPK dan Inspektorat Audit Total

Pengawasan Lemah, Proyek Paving di Baddurih Roboh Sebulan Setelah Selesai — Perbaikan Diduga Asal-Asalan, CV Setia Disorot, Media Desak BPK dan Inspektorat Audit Total Proyek Pamekasan

Pamekasan||Garuda08.com – Proyek pemasangan paving di Dusun Kualas, Desa Baddurih, Kabupaten Pamekasan, kembali menuai sorotan tajam dari publik. Belum genap satu bulan setelah dinyatakan selesai, proyek dengan nilai anggaran Rp93.466.000,00 yang dikerjakan oleh CV Setia ini sudah mengalami kerusakan parah dan bahkan roboh di beberapa titik.


Pantauan tim media di lapangan menunjukkan kondisi paving yang renggang, amblas, dan masuk ke halaman warga. Situasi tersebut mengindikasikan bahwa mutu pekerjaan sangat rendah dan pengawasan dari konsultan maupun pihak dinas terkait terlampau lemah — bahkan diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.


Menurut laporan Kabiro Garuda08.com, tanda-tanda kerusakan sudah muncul sejak beberapa hari sebelum proyek tersebut roboh total. Tim media sempat melaporkan temuan itu kepada Bapak Ansori, selaku Kasi di dinas terkait, yang saat itu menyatakan akan menindaklanjuti.


Namun, setelah tim kembali menanyakan perkembangan melalui pesan WhatsApp, tidak ada respons sama sekali dari pihak dinas. Hingga akhirnya, saat tim media turun lagi ke lokasi, kondisi proyek justru semakin parah dan telah roboh di sejumlah titik jalan utama.


Sudah kami laporkan sejak awal, tapi tidak ada tindakan. Padahal proyek itu baru selesai dan sudah rusak parah. Pengawasan seperti ini jelas lemah dan tidak profesional,” ujar salah satu anggota tim Garuda08.com dengan nada kecewa.


Beberapa waktu kemudian, pihak pelaksana disebut telah melakukan perbaikan. Namun, tim investigasi Garuda08.com yang kembali turun ke lokasi menemukan fakta mengejutkan: perbaikan yang dilakukan tidak menyeluruh.


Hanya bagian yang sempat dibongkar saja yang diperbaiki, sementara bagian lain yang renggang, kanstin yang miring, serta paving yang pecah tetap dibiarkan tanpa tindakan. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa perbaikan hanya dilakukan sekadar formalitas untuk menutupi kerusakan, bukan memperbaiki mutu secara keseluruhan.


Yang diperbaiki cuma yang dibongkar. Paving yang renggang tetap renggang, kanstin yang miring tetap miring, bahkan paving yang pecah tidak diganti. Ini jelas bukan perbaikan, tapi akal-akalan,” tegas anggota tim investigasi di lapangan.


Situasi ini memperlihatkan lemahnya fungsi pengawasan dari dinas teknis maupun konsultan lapangan, padahal proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah daerah (APBD) yang bersumber dari uang rakyat.


Atas temuan itu, tim media Garuda08.com mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Kabupaten Pamekasan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proyek fisik yang dikerjakan pada tahun anggaran berjalan.


Kami minta BPK dan Inspektorat jangan hanya diam di kantor. Turun langsung ke lapangan, audit semua proyek di Pamekasan. Jangan biarkan uang rakyat terbuang percuma karena pekerjaan asal-asalan,” desak tim media dengan tegas.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas terkait dan pelaksana proyek, CV Setia, belum memberikan klarifikasi resmi meskipun sudah dihubungi untuk dimintai tanggapan.


Sementara itu, warga Desa Baddurih berharap agar kasus ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Mereka menilai proyek seperti ini adalah bukti nyata bahwa pengawasan dan penegakan mutu pekerjaan masih jauh dari harapan masyarakat.


Kalau uang negara dipakai seperti ini, rakyat dirugikan. Kami harap BPK dan Inspektorat benar-benar turun tangan, jangan cuma dengar laporan di atas kertas,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.


Proyek bernilai hampir seratus juta rupiah ini kini menjadi contoh nyata betapa lemahnya sistem pengawasan di tingkat daerah. Jika tidak segera diusut tuntas, maka praktik serupa berpotensi terus berulang di proyek-proyek lain di Pamekasan.


Fery
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image