Polres Sampang Amankan Istri Terduga Bandar Sabu, Tapi Statusnya Gelap!
0 menit baca
Polres Sampang Amankan Istri Terduga Bandar Sabu, Tapi Statusnya Gelap!
SAMPANG||Garuda08.com - Penggerebekan rumah yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba di Desa Tanah Merah, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Selasa (27/1/2026) malam, justru memunculkan lebih banyak pertanyaan ketimbang kejelasan. Polisi mengamankan seorang perempuan berinisial M, yang disebut sebagai istri terduga bandar narkoba yang berhasil melarikan diri. Namun hingga kini, status hukum perempuan tersebut belum dijelaskan secara terbuka oleh pihak kepolisian, Kamis (29/1/2026).
Dalam penggerebekan itu, aparat disebut menemukan sekitar lima paket sabu, timbangan elektrik, tujuh alat isap sabu, serta plastik klip yang lazim digunakan untuk pengemasan narkotika. Barang-barang tersebut diamankan sebagai barang bukti. Akan tetapi, publik belum memperoleh penjelasan resmi mengenai posisi hukum M — apakah sebagai saksi, terduga pelaku, atau hanya pihak yang berada di lokasi.
Upaya konfirmasi kepada Kasat Narkoba Polres Sampang AKP Yudha tidak membuahkan hasil. Pesan konfirmasi yang dikirim tidak mendapat respons.
Sementara itu, Kanit Narkoba Polres Sampang, Gofur, saat dikonfirmasi hanya memberikan jawaban singkat.
“Mohon maaf, untuk lebih jelasnya langsung ke Humas,” ujarnya.
Namun penjelasan dari jajaran Humas juga belum memberikan kepastian. Kasi Humas Polres Sampang, Eko Puji Waluyo, menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan internal.
“Mohon waktu, masih kami cek,” katanya.
Minimnya keterangan resmi ini memicu sorotan publik, terutama terkait transparansi penanganan perkara narkoba. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, publik kerap menaruh curiga terhadap potensi praktik tangkap-lepas atau ketidakjelasan proses hukum di tahap awal pengamanan.
Sejumlah warga sekitar mengaku mengetahui adanya penggerebekan, namun tidak melihat adanya pengumuman resmi lanjutan dari kepolisian setelahnya. Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan spekulasi liar jika tidak segera dijelaskan.
Kasus ini kini menjadi perhatian, bukan hanya karena dugaan jaringan narkoba, tetapi juga karena kaburnya informasi hukum terhadap istri terduga bandar yang diamankan — sebuah titik krusial yang seharusnya dijelaskan terbuka demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
(Tim)






