BREAKING NEWS

 


Nama Yayasan Bergema Centre Terseret Polemik MBG Sampang, Menu Diduga Tak Layak

Nama Yayasan Bergema Centre Terseret Polemik MBG Sampang, Menu Diduga Tak Layak






SAMPANG||Garuda08.com — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali menuai sorotan. 


Kali ini, perhatian tertuju pada Yayasan Bergema Centre Pamekasan yang beralamat di Jalan Raya Camplong KM 7, Desa Banjar Talelah, Kabupaten Sampang, yang diduga menyajikan menu MBG tidak sesuai standar kualitas dan ketentuan gizi program nasional.


Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, menu MBG yang disajikan oleh yayasan tersebut pada hari Jumat (23/01) di SDN Dharma Camplong 4, hanya berupa ikan asin, tempe, satu buah salak, dan sambal, menu tersebut dinilai tidak mencerminkan prinsip pemenuhan gizi seimbang sebagaimana tujuan utama program MBG yang digagas Presiden RI.


Temuan ini menambah daftar panjang persoalan MBG di Kabupaten Sampang, sebelumnya, masalah MBG juga mencuat dalam pelaksanaan MBG SPPG Savina Syafira di SDN Batuporo 1, kemudian di Yayasan Oofy Nusantara Adikarya, disusul pelaksanaan MBG di SDN Tambaan 1 yang dikelola Yayasan Babur Rizki. Kini, persoalan serupa kembali muncul pada Yayasan Bergema Centre Pamekasan.


Berulangnya persoalan pada yayasan yang berbeda dinilai menunjukkan adanya pola masalah yang belum ditangani secara tuntas, kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas sistem pengawasan MBG di tingkat daerah, khususnya dalam memastikan kepatuhan pengelola terhadap standar menu, kualitas bahan pangan, serta penggunaan anggaran.


Sorotan juga mengarah pada peran Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sampang. Meski Ketua Satgas MBG dijabat oleh Ahmad Mahfudz selaku Wakil Bupati Sampang, hingga kini belum terlihat adanya kepastian hukum maupun langkah tegas yang mampu menghentikan terulangnya persoalan serupa.


Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini kepada Ketua Satgas MBG Kabupaten Sampang tidak mendapatkan tanggapan, sikap tidak merespon tersebut dinilai semakin memperkuat kesan lemahnya pengawasan dan minimnya komitmen penindakan terhadap pengelola MBG yang diduga melanggar ketentuan.


Sejumlah pihak menilai, tanpa evaluasi menyeluruh dan tindakan tegas terhadap yayasan-yayasan bermasalah, program MBG di Sampang berisiko terus berjalan tanpa kualitas dan hanya menjadi formalitas administratif.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Bergema Centre Pamekasan maupun Satgas MBG Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait menu MBG, mekanisme pengawasan, serta tindak lanjut atas temuan yang berulang tersebut. (Red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image