BREAKING NEWS

 


Duit Dipungut Atas Nama Amal, Konser Valen di Sampang Tuai Kecurigaan

Duit Dipungut Atas Nama Amal, Konser Valen di Sampang Tuai Kecurigaan

SAMPANG||Garuda08.com  - Konser bertajuk kegiatan amal yang menghadirkan Valen di Sampang justru memicu sorotan keras publik. Acara yang dijadwalkan berlangsung 14 Februari 2026 itu diketahui memungut tiket dari penonton dengan harga bervariasi, namun hingga kini belum terlihat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun transparansi alur dana sosial yang dijanjikan, Sabtu (31/1/3026).


Temuan di lapangan menunjukkan konser tersebut dikemas dengan narasi kegiatan sosial, tetapi mekanismenya lebih menyerupai pertunjukan hiburan komersial. Ribuan tiket disebut telah beredar, sementara laporan resmi mengenai hasil penjualan maupun porsi dana yang benar-benar disalurkan untuk kegiatan amal belum dipublikasikan.


Seorang pemerhati kebijakan publik di Sampang menilai kondisi ini janggal. Menurutnya, label “amal” tidak bisa menghapus kewajiban transparansi, apalagi jika kegiatan tersebut memungut dana dari masyarakat.


“Kalau memang konser amal, harusnya terbuka. Berapa pemasukan tiket, berapa yang disalurkan, ke mana arahnya. Jangan sampai narasi sosial hanya jadi bungkus kegiatan bisnis,” ujarnya.


Sorotan juga mengarah pada aspek perizinan dan kewajiban pajak daerah. Dalam praktiknya, kegiatan hiburan berbayar umumnya masuk objek pajak hiburan atau retribusi tertentu yang menjadi bagian PAD. Ketidakjelasan setoran daerah memunculkan pertanyaan publik soal legalitas administrasi acara tersebut.


“Ini bukan hal sepele. Dalih amal jangan dijadikan tameng untuk menghindari kewajiban pajak daerah. Pemerintah harus membuka data izin dan alur keuangan kegiatan ini,” tegas sumber tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan keterangan rinci. Saat dikonfirmasi, perwakilan EO hanya menyebut dana akan disalurkan ke BAZNAS, namun tidak menjelaskan besaran persentase maupun skema pembagiannya.


Desakan publik kini mengarah pada instansi terkait, mulai dari dinas perizinan hingga pengelola pajak daerah, agar melakukan evaluasi dan audit. Transparansi dinilai penting untuk memastikan kegiatan sosial tidak disalahgunakan sebagai celah bisnis tanpa akuntabilitas.


Konser amal semestinya menjadi ruang kepedulian dan solidaritas sosial. Tanpa keterbukaan, kepercayaan publik bisa runtuh — dan label kedermawanan berubah menjadi sumber kecurigaan.

Bersambung......(Fit)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image