Kerusakan Paving di Baddurih Kian Parah: Alasan “Faktor Alam” Dipertanyakan, Media Garuda08.com Tegaskan Ada Kekeliruan Teknis
0 menit baca
Kerusakan Paving di Baddurih Kian Parah: Alasan “Faktor Alam” Dipertanyakan, Media Garuda08.com Tegaskan Ada Kekeliruan Teknis
Pamekasan||Garuda08.com – Polemik pekerjaan paving di Desa Baddurih, Kecamatan Pademawu, kembali memanas. Setelah laporan awal Media Garuda08.com pada 6 November 2025 yang menemukan kanstin roboh, kini kerusakan di lapangan justru bertambah parah. Temuan terbaru saat peninjauan pada 20 November 2025 bersama tim teknis DPRKP dan pelaksana membuktikan bahwa kualitas pekerjaan diduga kuat bermasalah sejak awal.
Sehari setelah laporan pertama, pelaksana memang bergerak cepat memperbaiki bagian yang roboh. Namun ketika Media Garuda08.com melakukan pengecekan ulang pada 10 November 2025, hanya titik yang roboh saja yang diperbaiki. Sementara kerusakan lain yang mengakang, bergeser, dan tidak sesuai standar dibiarkan tanpa sentuhan.
Ketika kembali turun bersama Bapak Taufik, salah satu tim teknis DPRKP, kondisi di lapangan jauh lebih buruk. Sejumlah titik paving ambles ke bawah, struktur tanah tampak tidak dipadatkan dengan benar, dan kanstin sama sekali tidak memiliki sertu pengunci, membuat seluruh struktur mudah bergeser.
Pelaksana berupaya berdalih bahwa kerusakan terjadi akibat faktor alam berupa hujan lebat beberapa kali. Namun alasan tersebut dinilai tidak masuk akal.
Tidak ada tsunami, tidak ada gempa bumi. Hanya hujan biasa. Kalau pekerjaan dilakukan sesuai standar, tidak mungkin ambles separah ini,” tegas tim investigasi Media Garuda08.com.
Fakta bahwa pekerjaan langsung rusak beberapa pekan setelah pemasangan memperkuat dugaan bahwa kekeliruan teknis menjadi penyebab utama. Bapak Taufik dari DPRKP bahkan mengakui perlunya pembuatan bak kontrol air, pemasangan pipa pralon 3 inci di bawah paving, serta penambahan sertu pengunci pada kanstin, yang seharusnya sudah diterapkan sejak pekerjaan awal.
Instruksi tersebut menegaskan bahwa pekerjaan awal tidak dilakukan sesuai pedoman teknis, sekaligus membantah klaim bahwa kerusakan murni akibat faktor alam.
Media Garuda08.com menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pekerjaan diperbaiki sesuai standar. Kami tidak akan tinggal diam, karena ini bukan bencana alam—ini murni kelalaian teknis yang merugikan masyarakat,” tegas tim Media Garuda08.com.
Hingga berita ini dimuat, DPRKP menyatakan bahwa pekerjaan masih dalam proses perbaikan dan pihaknya berkomitmen melakukan pengawasan lanjutan. Namun masyarakat menilai pengawasan harus dilakukan lebih ketat, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di desa-desa lain.
Fery







