BREAKING NEWS

 


Rokok indikasi Ilegal “Papi Mami” Kian Menggila di Madura, Nama Tokoh Toronan Terseret—Fakta atau Ada yang Dilindungi?

Rokok indikasi Ilegal “Papi Mami” Kian Menggila di Madura, Nama Tokoh Toronan Terseret—Fakta atau Ada yang Dilindungi?

PAMEKASAN||GARUDA08.COM – Peredaran rokok bermerek “Papi Mami” yang indikasi ilegal semakin tak terkendali di wilayah Madura. Ironisnya, di tengah maraknya distribusi tanpa pita cukai, muncul dugaan keterkaitan seorang tokoh di Desa Toronan berinisial TFK.


Namun hingga kini, yang bersangkutan tak kunjung memberikan klarifikasi, memicu tanda tanya besar di tengah publik.


Berdasarkan penelusuran tim Garuda08.com, rokok “Papi Mami” diduga beredar luas tanpa dilengkapi pita cukai resmi. Praktik ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi berpotensi merugikan negara dan mencederai hukum secara terang-terangan.


Sejumlah warga menyebut peredaran rokok tersebut sudah berlangsung cukup lama dan menjangkau berbagai wilayah, bahkan disebut-sebut hingga luar Madura. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya jaringan distribusi yang terorganisir dan berjalan tanpa hambatan berarti.


Yang lebih mengundang perhatian, nama seorang tokoh di Desa Toronan, Kabupaten Pamekasan, ikut disebut dalam informasi yang beredar. Tokoh yang dikenal sebagai lora dengan inisial TFK itu dikaitkan oleh sejumlah sumber, meski hingga kini belum ada klarifikasi langsung dari yang bersangkutan.


Tim Garuda08.com telah berupaya melakukan konfirmasi secara langsung dengan mendatangi kediaman TFK. Namun, hingga empat kali kunjungan dilakukan, yang bersangkutan tidak berhasil ditemui.


Upaya konfirmasi sudah kami lakukan berulang kali. Kami datang baik-baik untuk memastikan kebenaran informasi, bukan untuk menghakimi. Tapi sampai sekarang belum ada respons,” ujar perwakilan tim dengan nada tegas.


Sikap tertutup ini justru memicu spekulasi yang semakin liar. Publik mulai mempertanyakan, apakah ini sekadar kebetulan, atau ada sesuatu yang sengaja dihindari untuk diungkap ke permukaan.


Di sisi lain, lemahnya pengawasan terhadap peredaran rokok tanpa pita cukai juga menjadi sorotan.


Aparat penegak hukum, khususnya Bea dan Cukai, dinilai harus segera turun tangan dan tidak terkesan menutup mata terhadap praktik yang merugikan negara ini.
“Kalau dibiarkan, ini bukan lagi pelanggaran kecil. Ini bisa jadi permainan besar. Negara dirugikan, hukum dilecehkan,” tegas salah satu warga.


Meski demikian, demi menjaga prinsip keberimbangan, tim Garuda08.com menegaskan bahwa informasi yang beredar masih bersifat dugaan dan belum dapat disimpulkan tanpa adanya klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk tokoh yang disebutkan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun dari TFK. Garuda08.com memastikan akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang hak jawab seluas-luasnya.


Kasus ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum: berani bertindak tegas, atau membiarkan dugaan praktik ilegal terus mengakar tanpa tersentuh hukum.

(Fery)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image