Pengurus Gapoktan dan Poktan Banyumas Periode 2026–2031 Terbentuk, Perkuat Sinergi Menuju Pertanian yang Lebih Produktif
0 menit baca
Pengurus Gapoktan dan Poktan Banyumas Periode 2026–2031 Terbentuk, Perkuat Sinergi Menuju Pertanian yang Lebih Produktif
SAMPANG||GARUDA08.COM – Pemerintah Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, membentuk kepengurusan baru Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) periode 2026–2031 sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan petani sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan berbagai program pembangunan di sektor pertanian, Jumat (10/7/2026)
Pembentukan kepengurusan yang berlangsung di Balai Desa Banyumas itu dihadiri unsur Pemerintah Desa, Dinas Pertanian, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta anggota kelompok tani dari sejumlah dusun. Proses pemilihan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan partisipasi para anggota kelompok tani.
Kehadiran kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarkelompok tani sehingga pelaksanaan program pemerintah, mulai dari penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan benih, hingga kegiatan pemberdayaan petani, dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua BPD Desa Banyumas, Rolis Sanjaya, mengatakan kelompok tani memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan pertanian di tingkat desa. Menurutnya, organisasi petani yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
"Kelompok tani merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di tingkat desa. Dengan kepengurusan yang baru, kami berharap koordinasi semakin baik sehingga penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan bibit, maupun berbagai program pemberdayaan petani dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," kata Rolis.
Ia berharap para pengurus yang telah memperoleh kepercayaan dari anggota mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun instansi teknis di bidang pertanian.
Menurut Rolis, tantangan sektor pertanian ke depan memerlukan kolaborasi yang semakin kuat antara petani, pemerintah, dan penyuluh pertanian. Karena itu, kelembagaan petani yang aktif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan pertanian.
Kepengurusan Gapoktan Banyumas periode 2026–2031 dipimpin Munakip sebagai Ketua, didampingi Marsuki sebagai Sekretaris dan Sri Ratnawati sebagai Bendahara. Sementara itu, kepengurusan Poktan di enam dusun juga telah terbentuk melalui mekanisme musyawarah dan pemilihan oleh anggota.
Masing-masing Poktan terdiri atas Poktan Tirto Emas di Dusun Tarogan yang diketuai Sahit, Poktan Aing Mas di Dusun Lenteng yang dipimpin Miranda Afresa, Poktan Rizki Sentosa yang diketuai Abdul Hamid, Poktan Tekat Makmur di Dusun Kandangan yang dipimpin Arifin, Poktan Rajin Tani di Dusun Prajin yang diketuai Hariri, serta Poktan Jaya Baru di Dusun Banyumas Ampak yang dipimpin Hori.
Pemerintah Desa Banyumas berharap kepengurusan baru tersebut mampu menjadi ruang kolaborasi bagi para petani dalam menyusun program kerja, menyampaikan aspirasi, serta mengoptimalkan berbagai bantuan dan pendampingan yang diberikan pemerintah.
Melalui kepengurusan Gapoktan dan Poktan periode 2026–2031, Desa Banyumas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian desa. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong terwujudnya kesejahteraan petani yang berkelanjutan. (Fit)






