BREAKING NEWS

 


Diduga Mark Up Gila-Gilaan di SPPG Babur Rizki! 4 Hari Balita Cuma Dapat Susu & Roti

Diduga Mark Up Gila-Gilaan di SPPG Babur Rizki! 4 Hari Balita Cuma Dapat Susu & Roti

SAMPANG||Garuda08.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori B3 di SPPG YSDP Babur Rizki, Desa Tamba’an, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, kembali menuai sorotan tajam. Dugaan mark up anggaran mencuat setelah paket makanan yang diterima kelompok rentan dinilai jauh dari standar gizi yang semestinya. Jumat (03/04).


Program MBG kategori B3 sejatinya menyasar balita usia 6 bulan hingga 5 tahun, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui)—kelompok prioritas yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang. Namun fakta di lapangan justru memantik keprihatinan.


Penerima manfaat dilaporkan hanya menerima dua kotak susu dan sepotong roti untuk konsumsi selama empat hari, tanpa tambahan protein maupun buah. Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya ketidaksesuaian antara alokasi anggaran dan realisasi di lapangan.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran sebesar Rp32.000 per porsi untuk empat hari disebut terpenuhi secara nominal. Namun secara substansi, kualitas menu dinilai tidak layak dan tidak proporsional dalam memenuhi kebutuhan gizi kelompok B3.


Sorotan kian tajam lantaran susu yang dibagikan diketahui tidak diperuntukkan bagi bayi di bawah 12 bulan. Padahal, dalam kategori B3 terdapat balita usia 6–11 bulan yang tergolong paling rentan. Hal ini memunculkan pertanyaan serius terkait ketepatan jenis asupan dalam program tersebut.


Mengacu pada Surat Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan MBG Tahun Anggaran 2026, penyediaan makanan wajib memenuhi Standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai kelompok umur, termasuk kandungan protein, vitamin, dan mineral. Fakta di lapangan dinilai jauh dari ketentuan tersebut.


Tak hanya soal kualitas, pola distribusi juga menjadi perhatian. Jika umumnya penyaluran dilakukan dua kali dalam sepekan, di Desa Tamba’an justru hanya dilakukan satu kali pengiriman untuk kebutuhan beberapa hari sekaligus.


Seorang ibu balita penerima manfaat berinisial S mengaku heran dengan kondisi tersebut.
“Itu untuk empat hari, Senin sampai Kamis. Biasanya ada telur sama buah, tapi yang ini tidak ada. Susunya juga tidak cocok untuk bayi di bawah 12 bulan,” ungkapnya.


Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG YSDP Babur Rizki, Muh Abdalul Farizi, menyatakan komposisi paket terdiri dari dua kotak susu senilai Rp15.000 dan roti Rp17.000.
“Iya mas, kalau menurut saya sudah layak,” ujarnya singkat.


Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait dugaan mark up anggaran, ketidaksesuaian standar gizi, maupun alasan distribusi yang hanya dilakukan satu kali dalam seminggu.


Kondisi ini memperkuat desakan publik agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG kategori B3 di tingkat lapangan. Pengawasan dinilai harus diperketat agar anggaran negara benar-benar berbanding lurus dengan kualitas gizi yang diterima oleh balita, ibu hamil, dan ibu menyusui—bukan sekadar angka di atas kertas. (Fit)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image