BREAKING NEWS

 


Proyek Pembangunan Madrasah di Panglegur Disorot, Diduga Minim Transparansi

Proyek Pembangunan Madrasah di Panglegur Disorot, Diduga Minim Transparansi

PAMEKASAN||GARUDA08.COM — Proyek pembangunan Madrasah Nurut Taufiq yang berlokasi di Desa Panglegur, Dusun Pandan, Kabupaten Pamekasan, menjadi sorotan publik. 


Proyek tersebut diduga tidak mengedepankan prinsip keterbukaan informasi, lantaran tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi pembangunan.


Ketiadaan papan informasi memunculkan pertanyaan terkait sumber anggaran, nilai proyek, serta pihak pelaksana.


Padahal, transparansi merupakan kewajiban dalam setiap kegiatan pembangunan, terlebih jika berkaitan dengan dana publik.


Menurut keterangan salah satu anggota GASI (Gabungan Aktivis Sosial Indonesia), kondisi tersebut indikasi melanggar aturan keterbukaan informasi publik.


Ia menilai, tanpa adanya informasi yang jelas, masyarakat tidak dapat melakukan pengawasan secara maksimal.


“Seharusnya ada papan informasi proyek. Kalau tidak ada, publik tidak tahu anggaran dari mana dan siapa pelaksananya. 


Percuma ada undang-undang keterbukaan informasi kalau tidak dijalankan,” ujarnya.
Selain persoalan transparansi, sejumlah kejanggalan teknis juga diduga ditemukan di lapangan. 


Material batako yang digunakan indikasi tidak bermerek, serta sebagian pondasi bangunan diduga masih memanfaatkan struktur lama.


Hal yang tak kalah menjadi perhatian, pihak yang disebut sebagai pemilik atau pengelola madrasah dikabarkan tidak mengetahui secara pasti sumber anggaran pembangunan tersebut. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidakterbukaan dalam pelaksanaan proyek.


Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak pengawas lapangan, salah satu pekerja menyampaikan agar pertanyaan tersebut dikoordinasikan langsung kepada pihak imam setempat.
“Kami hanya pekerja, sebaiknya koordinasi dengan imam,” ujar pekerja di lokasi.


Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak GASI menyatakan akan berkoordinasi dengan Ketua Umum organisasi guna pendalaman lebih lanjut.


Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau penyalahgunaan, mereka menegaskan siap membawa persoalan ini ke jalur hukum.


Kami akan koordinasi terlebih dahulu. Jika benar ada pelanggaran, kami akan tempuh jalur hukum,” tegasnya. (Fery)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image