GASI Curiga Ada ‘Tangan Tak Terlihat’ di Balik Mandeknya Kasus Rokok Ilegal
0 menit baca
GASI Curiga Ada ‘Tangan Tak Terlihat’ di Balik Mandeknya Kasus Rokok Ilegal
Sampang||Garuda08.com - Lebih dari sebulan sejak ratusan ribu batang rokok tanpa pita cukai limpahan Polres Sampang ditangani oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura (Bea Cukai Madura), penanganan kasus ini dinilai jalan di tempat, hingga saat ini, aktor intelektual, baik pemilik maupun produsen utama dari barang bukti kakap tersebut masih misterius dan belum tersentuh hukum.
Padahal, barang bukti yang diamankan dari kecelakaan mobil boks di Desa Beruh, Kecamatan Sampang, tersebut memiliki volume yang sangat besar, distribusi berskala besar menggunakan moda transportasi khusus seperti ini mustahil bergerak tanpa adanya jaringan logistik, pendanaan, dan manajemen produksi yang matang.
Namun, alih-alih mengungkap jaringan tersebut, Bea Cukai Madura terkesan berlindung di balik argumen klasik, “belum ada bukti yang mengarah pada pemilik.” ucap humas bea cukai. Senin (18/05)
Alasan ini dinilai publik sebagai bentuk pembiaran dan ketidakseriusan dalam memberantas peredaran rokok ilegal di Pulau Garam.
Lambannya perkembangan kasus ini memicu reaksi keras dari elemen masyarakat Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) menilai ada indikasi kuat bahwa proses penelusuran sengaja tidak dimaksimalkan untuk melindungi pihak-pihak tertentu.
Ketua Umum GASI, Achmad Rifa'i, menegaskan bahwa kasus ini telah memasuki fase kritis yang mempertaruhkan kredibilitas penegakan hukum di wilayah Madura, menurutnya, kegagalan melacak pemilik boks dan manifes pengiriman adalah hal yang tidak masuk akal dalam metode investigasi modern.
Kalau barangnya besar, jalurnya jelas, tapi pemilik tidak juga ditemukan, maka publik wajar mempertanyakan, apakah proses ini benar-benar serius dijalankan atau sengaja dihentikan dari awal? Jangan sampai penegakan hukum tajam ke bawah, tapi tumpul saat berhadapan dengan pengusaha rokok ilegal,” cetus Achmad Rifa'i tajam.
GASI mengungkapkan bahwa mandeknya kasus ini kontras dengan informasi yang berkembang dinamis di tengah masyarakat, berdasarkan hasil penelusuran awal dan laporan yang diterima, GASI mengantongi sejumlah nama besar serta merek rokok yang diduga kuat terkait dengan jaringan sirkulasi rokok ilegal di wilayah tersebut.
Berikut adalah daftar informasi (dugaan masyarakat) yang kini tengah didalami secara intensif oleh GASI:
Dallil Bold, diduga terkait dengan sosok H. Fathor.
Just Full, diduga berkaitan dengan H. Junaidi / PR Subur Jaya.
Just Mild, diduga berkaitan dengan H. Junaidi / PR Subur Jaya.
HUMMER, diduga terkait dengan H. Tomin tangan kanan Sultan Madura
HMIN, diduga terkait dengan H. Mukmin asal Sumenep.
Anoah / Sultan, diduga terkait dengan H. Fauzan.
(Fery)






