BREAKING NEWS

 


Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanjung Bangkit! Gotong Royong Jadi Senjata Terakhir..

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanjung Bangkit! Gotong Royong Jadi Senjata Terakhir..

SAMPANG||Garuda08.com - Di tengah kelesuan anggaran dan lambannya realisasi pembangunan infrastruktur desa, warga Dusun Tanjung, Desa Taman, Kecamatan Jrengik, tiba-tiba bergerak. Pada Minggu (19/01/2026), puluhan warga turun ke jalan, bukan untuk berdemo, tetapi memikul cangkul, membawa gerobak, dan mulai memperbaiki jalan rusak yang menjadi urat nadi aktivitas mereka.


Gerakan spontan itu muncul sebagai bentuk kekecewaan sekaligus kesadaran kolektif untuk tak lagi menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Mereka memilih bekerja bersama, bergotong royong, memadatkan tanah, meratakan badan jalan, dan menambal titik-titik kritis yang selama ini memperlambat denyut ekonomi masyarakat.


Jalan yang rusak parah itu selama ini menjadi keluhan utama, terutama bagi petani dan pedagang kecil. Akses keluar masuk dusun kerap terhambat, kendaraan roda dua mudah tergelincir, dan distribusi hasil panen sering terlambat sampai pasar. Kondisi itu diperparah dengan minimnya alokasi anggaran perbaikan infrastruktur desa.


“Kami tidak bisa terus bergantung pada anggaran yang terbatas. Saat ini warga turun sendiri secara sukarela memperbaiki jalan yang rusak,” ujar Itqon, Mentor Desa Taman, saat dihubungi media ini melalui WhatsApp.


Menurut Itqon, perbaikan jalan dilakukan murni atas kemauan warga menggunakan dana swadaya. Tak ada alat berat atau dukungan teknis besar—hanya cangkul, sekop, kerikil seadanya, dan semangat gotong royong yang menjadi modal utama.


Ia menjelaskan, inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi infrastruktur yang semakin memprihatinkan. Jalan yang rusak bertahun-tahun membuat aktivitas warga melambat, sekaligus menghambat laju perekonomian di Dusun Tanjung. “Kalau tidak dimulai dari warga sendiri, perbaikan ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat,” tambahnya.


Gerakan warga ini kemudian memantik perhatian Pemerintah Desa Taman. Meski belum bisa membantu secara optimal, Pemdes akhirnya ikut turun tangan dengan memberikan dukungan material dan mengaji sejumlah kebutuhan teknis lain yang bisa disumbangkan.


“Pemdes mendukung penuh. Kami menyumbang bahan dan ikut dalam kerja sama warga untuk memperbaiki jalan ini,” tegas Itqon.


Inisiatif swadaya warga Tanjung kini menjadi contoh bagaimana semangat kolektif dapat menggerakkan pembangunan, bahkan ketika anggaran pemerintah terbatas. Gerakan ini bukan hanya tentang menambal jalan yang berlubang, tetapi juga tentang memupuk kembali harapan bahwa perubahan dapat dimulai dari masyarakat sendiri.


Jika gerakan seperti ini terus berlanjut, Dusun Tanjung bisa menjadi model kebangkitan masyarakat desa—bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti membangun. (Fit)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image