Jalan Rabat Dana Desa Krampon Retak Panjang, Klaim Sukses Pemdes Dipertanyakan!
0 menit baca
Jalan Rabat Dana Desa Krampon Retak Panjang, Klaim Sukses Pemdes Dipertanyakan!
SAMPANG||Garuda08.com - Klaim keberhasilan pembangunan jalan rabat beton Dana Desa di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, kembali menjadi buah bibir masyarakatnya.
Pasalnya Kondisi fisik proyek rabat beton dari anggaran Dana Desa th 2025 tersebut sudah mengalami retak memanjang di berbagai tempat, dinilai berbanding terbalik dengan narasi positif yang disampaikan ke publik melalui pemberitaan salah satu media online baru baru ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan rabat beton sepanjang 250 meter dan lebar 2,5 meter tersebut sudah memperlihatkan kerusakan dini, meski proyek dengan anggaran sekitar Rp244 juta dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 itu belum genap setahun dinyatakan selesai.
Sejumlah warga menilai, narasi keberhasilan yang disampaikan ke ruang publik justru terkesan menutup celah persoalan teknis dan dugaan mark up material yang terlihat dari kondisi fisik bangunan.
“Kalau hasilnya bagus, tentu tidak perlu dibungkus dengan pemberitaan sepihak, faktanya, proyek rabat sudah banyak retak di beberapa titik, "ini wajar kalau masyarakat menduga ada yang tidak beres,” ujar seorang warga Krampon yang meminta identitasnya dirahasiakan. Kamis, (01/01/2026).
Warga lainnya menyebut, kualitas rabat beton tidak sebanding dengan nilai anggaran yang tercantum, menurut mereka, keretakan dini menjadi indikasi penggunaan material yang tidak sesuai standar, baik dari sisi volume maupun kualitas bahan.
Hal serupa disampaikan pemerhati kebijakan publik Madura Agus Sugito, yang menilai pola komunikasi Pemerintah Desa Krampon lebih menonjolkan citra keberhasilan ketimbang membuka ruang evaluasi.
“Ketika muncul kritik berbasis fakta lapangan, yang dibangun justru narasi positif melalui media, pola ini rawan dipersepsikan sebagai upaya menutupi celah dugaan mark up, bukan menyelesaikan substansi persoalan,” ujar Agus
Ia menegaskan, dalam tata kelola Dana Desa, keterbukaan terhadap kritik jauh lebih penting daripada sekedar publikasi keberhasilan, apalagi, keretakan pada bangunan baru lazim terjadi apabila spesifikasi teknis dan komposisi material tidak dipenuhi secara utuh.
Menurutnya, menggandeng media untuk membangun opini positif tanpa disertai klarifikasi teknis dan pembukaan dokumen RAB justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Krampon belum memberikan penjelasan teknis resmi terkait penyebab keretakan maupun bantahan atas dugaan mark up material. Sikap ini dinilai memperkuat kesan bahwa persoalan lebih diarahkan pada pengelolaan citra, bukan penyelesaian masalah.
Masyarakat kini mendorong agar dilakukan audit teknis dan anggaran secara terbuka, guna memastikan setiap rupiah Dana Desa benar-benar diwujudkan dalam infrastruktur yang berkualitas, bukan sekedar ditampilkan sebagai keberhasilan melalui narasi media. (Team)






