MBG di SMP Negeri 8 Pamekasan Diduga Menyimpang, Jatah Minim Dinilai Cederai Program Presiden Prabowo
MBG di SMP Negeri 8 Pamekasan Diduga Menyimpang, Jatah Minim Dinilai Cederai Program Presiden Prabowo
Pamekasan||Garuda08.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 8 Pamekasan menuai kecaman keras dari orang tua murid. Program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu dinilai tidak dijalankan sebagaimana mestinya dan diduga hanya dijadikan formalitas oleh pihak-pihak terkait.
Media Garuda08.com menerima laporan dan keluhan dari sejumlah wali murid yang menyebutkan bahwa siswa hanya menerima satu buah jeruk, satu butir telur, satu kotak susu Milk Life, dan satu bungkus biskuit Mari Malkist. Menu tersebut dinilai jauh dari standar makan bergizi dan tidak mencerminkan tujuan utama MBG untuk meningkatkan asupan gizi dan kualitas kesehatan peserta didik.
Ini jelas bukan makan bergizi, ini seperti pembagian snack. Kami menilai pelaksanaannya sangat memprihatinkan dan mengecewakan,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.
Program MBG yang seharusnya menjadi ikon keberpihakan negara kepada generasi muda justru dinilai dicederai oleh pelaksanaan di tingkat bawah.
Orang tua murid menduga adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan anggaran, termasuk kemungkinan pemangkasan menu yang berdampak langsung pada kualitas makanan yang diterima siswa.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius:
Ke mana anggaran MBG sebenarnya dialokasikan?
Siapa pihak penyedia dan bagaimana mekanisme pengawasannya?
Apakah menu tersebut sesuai juknis dan standar gizi nasional?
Orang tua murid menilai lemahnya pengawasan membuka celah terjadinya penyimpangan, pembiaran, bahkan dugaan penyalahgunaan anggaran. Jika benar, maka hal ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan sudah menyentuh persoalan tanggung jawab moral dan hukum.
Kami mendesak dinas terkait, inspektorat, dan pihak berwenang segera turun tangan. Jangan sampai program presiden dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas wali murid lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 8 Pamekasan, Dinas Pendidikan, maupun penanggung jawab program MBG belum memberikan klarifikasi resmi. Sikap diam ini justru menambah kecurigaan publik dan memperkuat tuntutan agar dilakukan audit terbuka dan evaluasi menyeluruh.
Media Garuda08.com menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga terang benderang.Publik berhak tahu, dan anak-anak bangsa tidak boleh menjadi korban dari dugaan permainan anggaran atas nama program negara. (Fer)






