BREAKING NEWS

 


Bersatu Selamatkan Generasi Muda, Sahabat Imipas dan Dewan Pendidikan Edukasi Pelajar SMAN 4 Sampang

Bersatu Selamatkan Generasi Muda, Sahabat Imipas dan Dewan Pendidikan Edukasi Pelajar SMAN 4 Sampang

SAMPANG||GARUDA08.COM Ancaman penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas di kalangan generasi muda terus menjadi perhatian serius. Upaya pencegahan dinilai tidak cukup dilakukan ketika persoalan sudah terjadi, melainkan harus dimulai sejak dini melalui edukasi, penguatan karakter, pendampingan, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga dan seluruh elemen masyarakat.


Semangat itulah yang dibawa LSM Sahabat Imipas dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan pergaulan bebas kepada para siswa SMA Negeri 4 Sampang.


Kegiatan edukatif tersebut menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba, dampak buruk pergaulan yang tidak sehat, serta pentingnya menjaga masa depan melalui pilihan hidup yang positif dan produktif.


Ketua LSM Sahabat Imipas, Aksa Halatu, menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dari berbagai ancaman yang berpotensi merusak masa depan mereka.


Menurutnya, narkoba bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan keluarga hingga masa depan seseorang.


“Narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan masa depan generasi muda. Sekali terjerumus, dampaknya bisa merusak kesehatan, pendidikan, hubungan keluarga, bahkan masa depan seseorang. Jangan pernah mempertaruhkan masa depan hanya karena rasa ingin tahu atau ajakan lingkungan,” ujar Aksa Halatu.

 

Ia mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terbawa pengaruh lingkungan dan berani mengambil keputusan yang benar, terutama ketika menghadapi ajakan untuk mencoba narkoba atau melakukan tindakan negatif lainnya.


“Berani mengatakan tidak terhadap narkoba bukan berarti tidak gaul. Justru itu menunjukkan bahwa kita memiliki prinsip dan mampu menghargai masa depan kita sendiri,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Sampang, Moh. Fadlun, menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut.


Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter serta membentengi siswa dari berbagai pengaruh negatif.


“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap prestasi akademik siswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan menjaga mereka dari berbagai pengaruh negatif,” ujar Moh. Fadlun.

 

Ia berharap seluruh siswa mampu membangun lingkungan pergaulan yang sehat, saling mengingatkan serta tetap fokus terhadap pendidikan, prestasi dan cita-cita yang ingin diwujudkan.


“Kami berharap anak-anak kami mampu memilih pergaulan yang sehat dan saling mengingatkan. Jangan sampai masa depan yang sudah direncanakan dengan baik rusak karena keputusan yang salah,” pesannya.

 

Apresiasi serupa juga disampaikan Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang, Hasan Rohmad. Ia menilai langkah LSM Sahabat Imipas turun langsung ke lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari upaya membangun kesadaran dan ketahanan generasi muda.


Menurut Hasan Rohmad, persoalan narkoba dan pergaulan bebas tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan keamanan maupun hukum semata.


“Kami dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Persoalan narkoba dan pergaulan bebas tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan keamanan atau hukum, tetapi juga sebagai persoalan pendidikan dan masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi salah satu benteng utama dalam melindungi peserta didik dari berbagai ancaman sosial yang dapat menghancurkan masa depan mereka.


“Anak-anak kita harus dibekali bukan hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan karakter, nilai moral, kemampuan mengambil keputusan dan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap hal-hal yang dapat merusak masa depannya,” katanya.

 

Hasan Rohmad juga mendorong agar edukasi mengenai bahaya narkoba dan pergaulan bebas dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti hanya dalam satu kegiatan seremonial.


Menurutnya, perlindungan terhadap generasi muda membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan sekolah, orang tua, pemerintah, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.


“Kita membutuhkan gerakan bersama. Sekolah, orang tua, Dewan Pendidikan, organisasi masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan. Jangan menunggu anak kita menjadi korban baru kemudian kita bergerak,” tegasnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya mengetahui bahaya narkoba dan dampak pergaulan bebas, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga diri, memilih lingkungan yang positif serta berani menolak setiap ajakan yang dapat membawa mereka ke jalan yang salah.


Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar generasi muda Sampang tumbuh sebagai generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi dan memiliki daya saing.


Sebab, masa depan generasi muda tidak boleh dipertaruhkan hanya karena rasa ingin tahu sesaat, tekanan lingkungan atau keputusan yang salah. Mencegah lebih awal adalah langkah terbaik untuk memastikan generasi penerus tetap berada di jalur pendidikan, prestasi dan masa depan yang lebih baik. (Fit) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image